Jourdaz
Sebuah pulau kecil di perairan Hindia, dedaunan pohon melambai mengiringi angin yang bertiup dari arah
laut, batangnya berdiri kokoh dengan gagah di hamparan pasir putih, buah-buah segar bergantungan
pada setiap batangnya. Laut yang membentang luas menjadi beranda kesempurnaan
hutan lebat di jantung pulau yang dikelilinginya. Burung-burung camar terbang bergerombolan,
menunggu santapan yang muncul dari
dalam laut.
Selang beberapa waktu, tak jauh dari pulau, sebuah kapal melaju
memecah ketenangan laut. Kapal itu melaju terus ke arah pulau, hingga kapal itu
berhenti tepat di perairan tepi pantai. Salah satu awak kapal melemparkan
jangkar dan beberapa awak lainnya menurunkan dua buah sekoci. Setelah
mempersiapkan keperluan seperti peralatan dan beberapa senjata untuk
berjaga-jaga, seorang wanita cantik dan diikuti oleh beberapa orang
dibelakangnya turun ke sekoci dan mulai mendayung kearah pantai.Wanita itu mengenakan
topi dan kaca mata hitam. Ia bernama Marrie Davina, seorang dokter
terkenal di kota besar. Suaminya adalah seorang tentara yang meninggal diwaktu
mendapat tugas militer ke sebuah negara yang tengah konflik. Semenjak ditinggal
mati oleh suaminya, Marrie bekerja keras demi mempertahankan perekonomian
keluarga.
